AKUPUNKTUR SEBAGAI TERAPI NYERI HAID (Kusmaryati, 2000)

Nyeri haid/dismenorhea adalah gejala ginekologis yang umum dan hampir mengenai 50% wanita yang mengalami menstruasi dengan prevalensi berkisar antara 30%-75%. Nyeri haid primer mempunyai dampak sosial dan ekonomi, dimana penderita akan membatasi aktivitas sehari – hari, dan merupakan salah satu penyebab hilangnya waktu untuk bekerja dan sekolah.

nyeri-haidYang disebut sebagai nyeri haid primer adalah nyeri siklik saat menstruasi tanpa didapatkan adanya kelainan patologi yang mendasari. Pada umumnya terjadi dalam 1-2 tahun setelah menarche. Sejumlah teori dengan pendekatan secara anatomis, neurologi dan aspek endokrin telah dikemukakan untuk mencari sebab yang pasti dari nyeri haid primer ini. Teori yang saat ini diterima ialah teori tentang peningkatan konsentrasi prostaglandin, terutama prostaglandin F2delta. Terapi yang merupakan pilihan pertama adalah obat anti inflamasi non steroid dan kontrasepsi oral. Wanita yang mendapatkan obat sering kali mengentikan terapinya, oleh karena obat ini tidak efektif lagi atau karena efek samping yang lebih ringan.

Akupunktur, yang biasanya merupakan terapi pilihan untuk menghilangkan nyeri merupakan cara yang efektif untuk pengobatan nyeri haid primer. Terapi dengan akupunktur relatif tidak menimbulkan efek samping dan terjadi perbaikan keluhan untuk jangka waktu yang lama.

Pada penelitian yang dilakukan Helms, diagnosa nyeri haid primer ditegakkan berdasarkan kriteria klasik berupa nyeri siklik/berulang yang dimulai dalam 2 tahun setelah menarche tanpa adanya kelainan patologi pelvis. 38% wanita mengalami disminore dalam tahun pertama setelah menarche. Andersch, dkk menyatakan bahwa terdapat hubungan antara keparahan nyeri haid dengan lama dan jumlah menstruasi.  Keparahan meningkat dengan makin lama dan banyaknya darah menstruasi. Pendekatan secara anatomis, neurologi dan aspek endokrin telah dikemukakan untuk mencari etiologi/penyebab nyeri haid primer sebelum akhinya ditemukan teori prostaglandin.

NYERI HAID DALAM AKUPUNKTUR

2011-12-11 11.04.16Pada pengobatan tradisional Cina, akupunktur telah lama dipakai sebagai terapi di bidang obstetri dan ginekologi, seperti amenore (tidak haid), menoragia (haid terlalu lama), dismenore (nyeri haid), infertilitas (ketidaksuburan) dan masalah dalam persalinan misalnya sebagai induksi atau penghambat persalinan. Efek akupunktur pada pelvis (panggul) antara lain adalah meningkatkan kadar estradiol, hormon adrenokortikotropik dan oksitosin serta menstimulasi saraf simpatis preganglion T5 – L4 yang berefek pada uterus lewat pleksus pelvis. Akupunktur dikenal sebagai teknik yang mengaktifkan sistem endogenous opioid. Peningkatan kadar beta endorfin dalam cairan serebrospinal dan plasma serta peningkatan kadar metenkefalin dalam plasma, ditemukan setelah stimulasi dengan akupunktur. Para akupunkturis berpendapat bahwa terapi ini efektif untuk nyeri haid.

Dalam ilmu akupunktur, nyeri haid termasuk pada salah satu gejala sindrom pre menstruasi, selain labilitas emosi (depresi, frustasi, pemerah, mudah tersinggung), retensi air, lelah, diare / konstipasi, rasa bengkak di perut dan payudara, sakit kepala, susah tidur, nyeri tenggorokan, mual dan lain2. Hal ini diduga oleh karena terjadi ketidakseimbangan energi yaitu penyumbatan qi hati.

Ada beberapa penyebab terjadinya dismenorea menurut Akupunktur :

  1. Qi hati tidak lancar biasanya dengan tanda emosi, depresi
  2. Darah yang membeku menyebabkan nyeri
  3. Penyebab penyakit luar misal dingin yang mengenai meridian Hati, Ren, dan Cong serta qi dan darah tidak lancar.

Penggolongan NYERI HAID

  1. Tipe Ekses : sebab karena dingin selama menstruasi, kegagalan aliran darah menstruasi menyebabkan nyeri. Gejala : Nyeri tekan perut bawah, darah mens bergumpal, nyeri berkurang setelah bekuan darah berkurang, nyeri kadang menjalar ke iga kanan kiri, rasa penuh didada, mual, nadi kuat.
  2. Tipe Defisien : Sebab karena kelemahan tubuh atau kekurangan darah setelah sakit serius/kronis. Kekurangan darah dalam uterus/rahim, kurang gizi. Gejala : nyeri menetap walaupun mens telah selesai, nyeri reda dengan penekanan dan penghangatan, darah mens sedikit, lelah punggung bawah dan tungkai, nafsu makan berkurang, pusing, palpitasi, kurus, nadi lemah lidah pucat

TERAPI AKUPUNKTUR

PENUSUKAN JARUM :

Menggunakan jarum steril stainlessstell dan tusukan dilakukan bilateral. Dapat dibantu dengan moksa tiap 2 hari sekali.

Pengobatan sebelum mens biasanya memberikan hasil lebih baik.

Titik Lokal : GV6, BL23 (merangsang kelenjar suprarenal sehingga akan meningkatkan produksi kortikosteroid dan menurunkan produksi prostaglandin, serta meningkatkan sirkulasi pemb darah di pelvis)

Titik Jauh : SP6, ST36 (sebagai antinyeri di pelvis yang akan merangsang produksi dinorfin dan metenkefalin)

HASIL TERAPI ;

Dari penelitian yang dilakukan Helms terhadap 43 wanita yang dibagi dalam 4 kelompok, menunjukkan hasil 10 dari 11 penderita (90,9%) yang diterapi dengan akupunktur menunjukkan perbaikan bila dibandingkan dengan penderita yang diterapi plasebo (4 dari 11 atau 36,4%)

Hal ini sebanding dengan hasil penelitian yang menggunakan obat anti inflamasi dimana penderita yang membaik berkisar antara 56% – 100%. Penderita yang mendapat terapi akupunktur mengalami penurunan nyeri (cramping pain), dan terjadi perbaikan dalam gejala ekstragenital seperti mual, sakit kepala, nyeri punggug, ketegangan payudara dll. Keluhan ini dapat membaik dalam satu kali terapi

SELAMAT MENCOBA :)

Info Reservasi SMS/WA 085799111937