Akupunktur untuk sistem kekebalan tubuh dan produksi sel darah merah

Salam sehat, berikut penelitian tentang akupunktur untuk sistem kekebalan tubuh

Akupunktur mempunyai dasar filosofi Yin Yang dapat diartikan sebagai homeostasis dalam kedokteran konvensional, dimana keseimbangan tersebut dapat melawan serangan penyakit dari luar dan menahan kelainan internal melalui regulasi Bioenergi : menurut Bossy dan Kahari dari Texas Medical School, konsep Yin Yang di atas merupakan regulasi kontrol dari sistem imun.

Pemberian rangsangan melalui titik titik akupunktur tertentu akan memberi modulasi dari sistem imun dan diduga merupakan pola neuromodulasi (Guillemin, Cohn, Melnechuk) yang meliputi :

a. pembentukan interleukin dari cell karena faktor neural

b. peningkatan jumlah sel T karena peningkatan met enkefallin

c. Enkefallin dan Endorfin yang merupakan mediator antara susunan saraf pusat dan sistem imun

d. Substansi P uang mempunyai fungsi parasimpatis dan sistem imun

e. Peranan kelenjar pituitary dan hypothalamus anterior yang memproduksi “corticotropin releasing factor”

benarkan-akupuntur-telinga-bantu-kurangi-berat-badan-ole2UDJhKW

Menurut Nagano dan Bossy dari semua sistem yang relatif paling berhubungan dengan akupunktur adalah peningkatan opioid peptida ; yang terjadi adalah sebagai berikut :

  1. Opioid peptida berinteraksi secara selular dan humoral dari sistem imun, beta endorphin berikatan dengan reseptor nonopiat daru “terminal complement complex” dan memberikan modulasi proliferasi sel T, dimana beta endorfin dan met enkefalin memberi stimulasi pada kemoktasis limfosit dan granulosit
  2. Opioid peptida mungkin juga dihasilkan oleh sel plasma atau makrofag untuk mengekspresikan interferon melalui reseptor opioid
  3. Opiodi peptida dihasilkan oleh periaquaductal grey matter setelah rangsangan pada titik akupunktur tertentu merupakan penjelasan tentang pengaruh akupunktur pada peningkatan zat kebal tubuh

Kekebalan tubuh yang dipakai adalah sistem humoral dan memanfaatkan rangsangan pada limpa dan kelenjar anak ginjal. Titik utama Lv6 dan Kid3 dengan rangsangan tonifikasi, waktu 15 – 20 menit, titik bantuan St36 dan Li4. Frekuensi terapi bila dibutuhkan tergantung keparahan kondisi, misal 2x/ hari untuk rawat inap dan 1x/hari untuk rawat jalan. Kemudian setelah tampak peningkatan jumlah sel darah putih dan trombosit dalam pemeriksaan hapusan darah, maka frekuensi dikurangi bertahap sampai 2x/minggu.

Griyanatura Akupunktur. JL. Sidoluhur 57 Laweyan Surakarta. Praktek dengan perjanjian. Telp / Wa / Sms 085799111937