Buah Pare sebagai Kontrasepsi Alami

Salam sehat,

Buah pare (Momordica charantiaL.) mempunyai rasa pahit yang berasal dari zat cucurbitacins. Buah ini termasuk dalam suku Cucurbitaceae (timun-timunan). Tumbuh subur di dataran rendah dan dapat tumbuh liar di pekarangan rumah untuk dibudidayakan.

Manfaat-PareBuah ini memiliki banyak kandungan yang baik untuk tubuh. Seperti kalsium yang tinggi, banyak serat, vitamin C, karoten, senyawa kimia lutein, likopen, yang dapat membantu mencegah kanker, sebagai antibiotik, antivirus, penyeimbang tekanan darah, guladarah dan membantu merangsang produksi insulin.

Metoda kontrasepi telah diperkenalkan oleh pemerintah antaralain memanfaatkan hormon dalam bentuk pil, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), barieer, kontrasepsi dalam jangka panjang, sterilisasi maupun metoda secara tradisional (Herman, 1996).

Hingga sekarang penelitian – penelitian yang berkaitan dengan kemungkinan pemanfaatan bahan alami yang berasal dari tanaman sebagai bahankontrasepsi masih terus dikembangkan. Menurut Tadjuddin (1984), keuntungan memanfaatkan bahan asal tanamanan (herbal) antara lain, toksisitasnya rendah, mudah diperoleh, murah dan sedikit menimbulkan efek samping. Salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai kontrasepsi alami adalah buah pare.

Pada penelitian Hernawati, (Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung) yang berjudul “POTENSI BUAH PARE (Momordicha charantiaL.) SEBAGAI HERBAL ANTIFERTILITAS” dikatakan :

Biji pareĀ  mengandung triterpenoid yang mempunyai aktivitas anti spermatozoa, sehingga penggunaan biji pare secara tradisional dengan maksud untuk mencegah AIDS dapat mengakibatkan infertilitas pada pria (Girini et al. 2005 ; Naseem et al. 1998).

Konsumsi pare dalam jangka panjang, baik dalam bentuk jus, lalap atau sayur, dapat mematikan sperma, memicu impotensi, merusak buah zakar dan hormon pria, bahkan berpotensi merusak liver (Basch et al. 2003 ; Lord et al. 2003)

Bagi wanita hamil, sebaiknya konsumsi pare dibatasi karena percobaan pada tikus menunjukkan pemberian jus pare menimbulkan keguguran.
PEMBERIAN PARE PADA HEWAN COBA TIKUS
Penelitian ekstrak buah Pare telah dilaporkan pula oleh Wardoyo (1990), ternyata dapat mempengaruhi morfologi dan motilitas spermatozoa tikus percobaan. Semakin tinggi kadar ekstrak buah Pare dan semakin lama pemberiannya, maka motilitas dan viabilitas spermatozoa semakin rendah, sebaliknya morfologi abnormal spermatozoa semakin meningkat. Hal ini mungkin disebabkan oleh bahan aktif golongan glikosida triterpen yang terkandung dalam buah Pare (Wardoyo, 1990).
Pemberian ekstrak buah Pare 500 mg/kgbb/hari selama 14 hari ternyata dapat mempengaruhi kualitas spermatozoa yaitu, terjadinya aglutinasi antar kepala, gerak di tempat dan gerak melingkar. Gerak melingkar dapat disebabkan karena kelainan morfologi, penghantaran energi rotasi tidak ada atau tidak teratur dan keadaan ekor asimetris. Selanjutnya, jika diberikan selama 49 hari, didapatkan morfologi spermatozoa menjadi abnormal. Abnormalitas tersebut nampak di bagian leher spermatozoa menggembung (bengkak). Hal tersebut diduga disebabkan membengkaknya mitokondria.
Selanjutnya, dari hasil penelitian Sutyarso (1992) berkesimpulan bahwa, ekstrak buah Pare cenderung bersifat antifetilitas karena dapat menghambat spermatogenesis dan semakin tinggi dosis ekstrak buah Pare, semakin jumlah anak mencit yang dihasilkan. Selain itu, pengaruh ekstrak buah Pare terhadap hambatan spermatogenesis tersebut bersifat sementara (reversibel). Namun, perlakuan dosis 250, 500 dan 750 mg/kgbb, belum menunjukkan dosis efektif karena belum menghasilkan infertilitas total.
KESIMPULAN
Penelitian berkaitan dengan pemanfaatan tanaman Pare sebagai herbal antifertilitas sudah banyak dilakukan baik pada hewan jantan maupun betina. Eksperimen untuk menguji pengaruh esktrak tanaman Pare pada reproduksi dan perkembangan seksual manusia sangat sulit dilakukan karena faktor praktis dan etika. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tanaman Pare (Momordica charantia L) dapat diperhitungkan sebagai herbal yang berpotensi sebagai bahan antifertilitas.
Semoga bermanfaat
griyanatura akp
SMS/WA 085799111937 / Pin BB 238D829F
Jl. Sidoluhur 57, Laweyan, Surakarta