Hubungan Psikologis Pasien dengan Penyakit

hubungan psikologis pasien dengan penyakitSalam sehat, dear pembaca web sekalian pada kesempatan kali ini akan kami share tentang hubungan psikologis pasien dengan penyakit.

Pada saat perjalan terapi kesehatan, untuk menyimpulkan sejauh mana penyakit yang ada pasien perlu dilakukan beberapa kali wawancara/anamnesa. Wawancara bertujuan untuk menggali data pasien, baik berupa data nama, pekerjaan, status perkawinan maupun data yang berhubungan langsung dengan keluhan pasien. Semisal data kondisi nyerinya, dimana letak nyeri, bagaimana buang air kecil/besar, bagaimana pola makan, istirahat dan yang tak kalah penting yaitu psikologis (emosional) pasien.

Dalam beberapa kali diskusi via facebook, yahoomail dan whatsapp dengan teman-teman praktisi akupunktur di seluruh Indonesia, didapatkan bahwa psikologis/emosional seperti terlalu bahagia, takut yang berlebihan, khawatir berlebihan, mudah marah, memendam marah, tidak ada teman curhat, stress berkepanjangan sangat berhubungan erat dengan penyakit yang diderita.

Beberapa kasus pasien yaitu :

1. Anak remaja, keluhan : mengompol terus, suka bermimpi, tidak bisa tidur, pusing dll. Orangtua sering memarahi…dibilang kebangetan sudah gede kok masih ngompol terus. Ternyata setelah dianalisis anak ini punya tingkat ketakutan/kecemasan yang amat sangat sampai terbawa mimpi. Setelah ditelusur lagi, di sekolah anak ini sering dipalak sama temannya. Karena ketakutan yang terakumulasi maka fungsi ginjalnya menurun. Pada anak ini dilakukan terapi akupunktur beberapa kali + konseling….hasilnya 100% sembuh.

2. Pasien dengan keluhan dada sering sakit, iga seperti tertusuk – tusuk. Cek laborat..Rontgen, ECG hasil normal semua. Setelah dianalisa lebih mendalam ternyata suka menyimpan masalah, ada rasa dendam, tidak bisa curhat. Dalam TCM psikologis seperti ini menimbulkan stagnasi qi dan darah di dada menimbulkan sesak, rasa tidak nyaman dll.

3. Pasien dengan penyakit jantung. Biasanya menimpa pada orang yang hidupnya suka dibawa bahagia terus, semua dibuat senang/gembira…menjadikan gembiranya berlebihan. Gembira yang berlebihan membuat abnormal fungsi jantung. Hidup serba senang..senang makan yang enak-enak menjadikan tubuh tidak nyaman..senang ke pesta dll…kolesterol,gula darah, jadi naik. Penyebab dasar penyakit jantung terlalu banyak gembira, menjadikan jantung ekses.

4. Pasien laki-laki (24tahun) dengan migrain. Setelah anamnesa ditemuka pola emosional cenderung cepat marah, terburu-buru dan sering begadang. Dua kali visit akupunktur keluhan pasien sembuh total. Tetap saya anjurkan untuk memperbaiki emosionalnya maka keluhan hilang seketika.

5. Pasien laki-laki (65tahun) menderita stroke. Stroke terjadi saat aktivitas. Beberapa kali wawancara dengan istri pasien, beliau mengatakan bahwa bapak sering marah-marah. Tidak terima dengan pemberian sakit oleh Tuhan. Beberapa kali visit akupunktur, keluhan pasien tetap sama,,,tensi sulit untuk normal, pergerakan tangan dan kaki kemajuannya sangat lambat, pencernaan tidak optimal, air liur menetes terus. Seharusnya dengan akupunktur kemajuan pasien bisa cepat, dikarenakan psikologis pasien marah-marah menjadikan lambatnya laju kesembuhan pasien.

stroke karena anakPerihal psikologis pasien guru saya mengatakan, “Jadi pd saat kita mentherapy keluhan pada salah satu organ…. maka secara otomatis kita juga memperbaiki fungsi emotional dan spirit nya… inilah keindahan akupunktur…. betapa seringnya saya jumpai bahwa pasien bukan hanya sembuh dari keluhan nya…. tapi aspect mental nya juga menjadi lebih baik…. ”

Teman praktisi yang lain mengatakan, “Kalau di pengalaman saya, akupunktur dan prinsip2nya bisa efektif untuk lepaskan beban dan stagnasi batin, tapi tidak cukup untuk mengatasi kebiasaan batin yang ciptakan stagnasi tersebut. Itu sebabnya upaya mandiri dan aktif dari pasien dibutuhkan, karena problem stresnya adalah hasil dari kebiasaan batinnya sendiri. Terbiasa takut, terbiasa marah-marah, terbiasa kuatir, dsb. ┬áInilah keharmonisan antara tindakan Yin (pasien pasif diterapi oleh terapisnya) dan tindakan Yang (pasien aktif menerapi dirinya sendiri).”

Jadi…hubungan psikologis pasien dengan penyakit sangatlah erat. Kerjasama aktif dari pasien terhadap aspek psikologisnya sangatlah membantu dalam proses sembuhnya penyakit. Disini peran pasien terhitung 50% sangat membantu dalam proses penyembuhan.

griyanatura akp

 

 

 

SMS/WA 085799111937 / Pin BB 238D829F
Jl. Sidoluhur 57, Laweyan, Surakarta