Mitos Rematik

rematkRematik adalah salah satu penyakit yang lumrah diderita masyarakat Indonesia baik tua maupun muda. Penyakit ini menyerang sendi dan struktur jaringan penunjang di sekitar sendi sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri. Dalam tingkat yang parah, rematik bahkan dapat menimbulkan kecacatan tetap, ketidakmampuan dan penurunan kualitas hidup.

Di masyarakat masih terus berkembang mitos dan anggapan salah mengenai penyakit ini. Padahal mitos -mitos ini menyesatkan bila dikaji dari sisi medis dan bisa merugikan penderita.

1. Sering mandi malam di usia muda memicu rematik di usia tua. Faktanya, sejauh ini belum ada bukti yang menguatkan bahwa mandi malam akan menyebabkan penyakit rematik. Pada prinsipnya mandi malam atau mandi air dingin tidak menyebabkan rematik. Pada penderita rematik, mandi air dingin memang bisa membuat otot kaku atau spasme. Kondisi tersebut biasanya membuat sendi tertekan sehingga menimbulkan rasa sakit.

2. Makan kangkung atau bayam sebabkan rematik. Tidak ada hasil penelitian yang menghubungkan antara bayam atau kangkung dengan risiko rematik. Kalaupun yang harus dihindari, bila Anda ditakdirkan menderita rematik adalah makanan yang dapat memicu purin atau bahan yang akan diubah menjadi asam urat seperti jeroan, seafood, atau minuman beralkohol.

3. Semua penyakit rematik disebabkan asam urat. Faktanya, hanya sekitar 10 % saja pengidap rematik yang asam uratnya tinggi. Banyak pasien yang asam uratnya tinggi justru tidak mengalami rematik. Asam urat dalam darah yang tinggi belum tentu akan menyebabkan rematik. Penyakit rematik akan terjadi bila asam urat terkumpul dalam sendi dan membentuk endapan kristal monosodium urat.

4. Penyakit rematik adalah penyakit tulang. Faktanya, rematik adalah penyakit yang menyerang persendian tulang dan terdiri dari berbagai jenis diantaranya adalah osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Osteoarthritis paling banyak menyerang sendi-sendi besar yang mendukung berat badan seperti sendi lutut, panggul, tulang belakang, punggung dan leher meski tidak tertutup kemungkinan menyerang daerah lain. Sementara rheumatoid arthritis dikarenakan sistem imun yang menyerang lapisan atau membran sinovial sendi dan melibatkan seluruh organ-organ tubuh, dapat menyebabkan kecacatan.

5. Penyakit rematik hanya mengincar lansia. Faktanya, rematik menyerang semua orang, tua maupun muda baik pria maupun wanita tergantung pada jenis penyakit rematiknya. Pada rematik jenis osteoartritis umumnya menyerang orang-orang berusia diatas 45 tahun sementara jenis Lupus Eritematosus menyerang wanita muda usia produktif tetapi juga dapat mengenai setiap orang. Para pria lebih mudah terserang Gout.

6. Penyakit rematik adalah keturunan. Faktanya, rematik tidak selalu diturunkan secara langsung dari orang tua ke anak. Namun begitu, ada kecenderungan faktor keluarga menjadi faktor resiko terjadinya rematik seperti pada Reumatoid Artritis, Lupus Eritematosus Sistemik dan Gout.

7. Sakit pada tulang malam hari adalah tanda gejala rematik. Faktanya, gejala-gejala yang umum terjadi pada penderita rematik adalah pegal-pegal dan peradangan pada sendi (merah, bengkak, nyeri, terasa panas, dan umumnya sulit digerakkan). Gejala ini tidak terbatas pada malam hari. Bisa menyerang tiap saat.

RESEP PREVENTIF (pencegahan) dan KURATIF (pengobatan)

1. Minumlah air putih secara proporsional, sesuaikan dengan suhu udara disekitar kita, cuaca, berat badan kita, aktifitas dan pekerjaan kita juga.
2. Rutinlah berolahraga minimal 3x seminggu dengan durasi 30 – 60 menit
3. Lakukan Terapi akupunktur dengan durasi 2x seminggu. Terapi akupunktur akan merangsang sistem peredarah darah, kelenturan muskuloskeletal dan mengoptimalkan kerja organ yang berkaitan dengan sendi dan tulang.
4. Hindari semua makanan cepat saji, jeroan, isi kepala, dan serba serbi yang mengandung purin tinggi.

SEMOGA BERMANFAAT

griyanatura akp

 

 

SMS/WA 085799111937 / Pin BB 238D829F
Jl. Sidoluhur 57, Laweyan, Surakarta